Tetapipada ringkasan simpelnya untuk player yang bermain di taruahan olahraga akan memperoleh cashback di dalam permainan sejumlah 7% dari keseluruhan keseluruhnya kekalahan bermain taruhan. Ada pula dari permainan slots online dan live kasino online akan memperoleh rebate mingguan yang dibagi tiap hari selasanya jam12:00 sebesar 0,7% sampai 1%. Simak4 Rute Alternatif dari Jakarta ke Bandung pada 6-8 Mei. Sejumlah rute alternatif dari Jakarta menuju Bandung disiapkan oleh Kepolisian Republik Indonesia saat one way diberlakukan untuk arus balik dari Semarang menuju Jakarta. Kepadatan kendaraan di ruas Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (5/7/2021). Sepertiyang Anda ketahui, kami mencoba memberikan jawaban yang paling relevan di internet. Dan sekarang, giliran permainannya TTS Pintar Pilihan dari sejumlah alternatif. Bahasa permainan adalah bahasa Indonesia dan ada dalam banyak bahasa lainnya. Ini tidak begitu penting bagi kami, topik ini hanya dengan bahasa kami. Berikutadalah beberapa pilihan dari Energi Alternatif yang telah digunakan dan dikembangkan oleh berbagai pihak didalam maupun di luar negeri: 1. Tenaga Nuklir Proses reaksi nuklir terkontrol dapat diterapkan untuk memanfaatkan tenaga nuklir, tenaga nuklir adalah salah satu sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui. PilihanMelanjutkan Pendidikan a.Pengertian Pendidikana.Pengertian Pendidikan. pengajaran dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. b. Menurut Dermawan (2004:81) "pengambilan keputusan dapat dikaitkan sebagai teori pemilihan alternatif terbaik". Teori tersebut berusaha menjelaskan tentang langkah-langkah sistematis yang MenentukanAlternatif Pilihan. Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli itu sebenarnya merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan. Setiap keputusan membeli mempunyai beberapa komponen: 1. Keputusan tentang jenis produk , 2. Keputusan tentang bentuk produk , 3. Keputusan tentang merk , PynFGF. TUGAS EKONOMI TEKNIK “PEMILIHAN ALTERNATIF” “Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Teknik” Nama FRIDA MASLIKHAH Nim 101710101064 Kelas A JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER 2011 PENDAHULUAN Dalam pemilihan alternatif, kelima metode evaluasi investasi yang telah dibicarakan NP, AE, IIR, BCR, dan PBP dapat dipergunakan dan akan konsisten satu sama lainnya, kecuali untuk metode playback period. Namun, dalam penerapannya perlu pula diperhatikan umur dari masing-masing alternatif sehingga dalam membandingkan terpenuhi kaidah-kaidah indikator perbandingan, yaitu a. Indikator harus sama b. Bernilai tunggal Kelima metode evaluasi investasi yang telah dibicarakan dapat dipergunakan dalam rangka pemilihan investasi, tentu saja dengan memperhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh alternatif dalam menetapkan metode apa yang sebaiknya dipergunakan. Pemilihan alternatif merupakan kegiatan untuk menjawab pertanyaan apakah suatu rencana investasi yang akan dilaksanakan tersebut sudah merupakan pilihan yang terbaik optimal atau belum. ISI Pemilihan alternatif merupakan kegiatan untuk menjawab pertanyaan apakah suatu rencana investasi yang akan dilaksanakan tersebut sudah merupakan pilihan yang terbaik optimal atau belum. Suatu rencana sudah layak belum berarti sudah optimal jika alternatif yang disediakan baru satu-satunya. Untuk menjamin suatu pilihan sudah optimal, tentu setidaknya tersedia sejumlah alternatif layak yang perlu dipilih salah satu yang terbaik diantaranya. Oleh karena itu perlu disiapkan alternatif-alternatif yang cukup untuk dipilih Giatman, 100. Dalam suatu proses pemilihan alternatif investasi, hanya dapat dilakukan bila disertai dengan pemahaman yang baik terhadap permasalahan teknis pada bidang investasi yang direncanakan. Sebagai contoh, dalam perencanaan pengadaan mesin-mesin pengolahan produk agroindustri., perlu ditunjang dengan berbagai pengetahuan tentang teknis mesin pengolahan. Hal ini akan lebih baik jika dilakukanoleh tim yang berasal dari berbagai disiplin ilmu dalam mempertimbangkan keputusan layak atau tidaknya sebuah alternatif Suryaningrat, 39. Tiga jenis alternatif yang digunakan dalam studi ekonomi teknik adalah 1. Independent pemilihan dan penolakan suatu alternatif tidak mempengaruhi alternatif lain diterima/ditolak. Bila ada dua alternative A dan B, maka alternatif-alternatif dikatakan independen jika penolakan terhapap suatu alternatif tidak mengakibatkan apakah alternatif lainnya diterima atau ditolak. 2. Mutually Exclusive pemilihan suatu alternatif mengakibatkan penolakan /penerimaan alternatif lain. Sehingga pada pemilihan alternatif seperti ini hanya dipilih satu alternatif yang terbaik sesuai dengan kriteria. 3. Contingen atau Conditional bergantung pemilihan alternatif bergantung pada satu atau lebih alternatif lain yang menjadi prasyarat Suryaningrat, 40. Selain tiga alternatif yang disebukan diatas, satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam memilih alternatif investasi adalah alternatif tidak mengerjakan sesuatu atau tetap pada kondisi semula, atau lebih dikenal dengan alternatif “do nothing”. Meskipun tidak memerlukan biaya, alternatif ini harus dipertimbangkan secara cermat, karena ongkos kesempatan tetap akan terjadi Suryaningrat, 40. Pada kondisi tertentu alternatif “do nothing” juga dapat memberikan dampak kehilangan daya saing atau kehilangan pangsa pasar atau berkurangnya konsumen. Kondisi tersebut misalnya pada sebuah perusahaan atau agroindustri yang tidak mengikuti perkembangan teknologi misalnya teknologi pengolahan produk dengan drying, frying technology atau teknologi pengemasan, sehingga akan tertinggal dari produk yang lain yang berdampak pada penjualan. Seorang manajer harus selalu memperhatikan alternatif ini., apakah akan menjadi inovator atau dikuasai oleh perubahan mastered by change. Kegagalan yang sering terjadi dalam menganalisis alternatif “do nothing” adalah karena terbatasnya dalam melihat biaya-biaya yang terjadi di lur pabrik dan fasilitas distribusi Suryaningrat, 40. Tujuan dalam memilih alternatif adalah untuk mendapatkan keuntungan ekonomis yang optimal. Oleh karena itu kriteria pemilihan akan dipengaruhi oleh stuasi alternatif yang akan dipilih sebagai berikut Situasi Kriteria Input fixed / tetap Þ max. Output Output fixed / tetap Þ min. Input Input-output tidak tetap Þ optimasi max. Output Giatman, 100. Dalam pemilihan alternatif, kelima metode evaluasi investasi yang telah dibicarakan NP, AE, IIR, BCR, dan PBP dapat dipergunakan dan akan konsisten satu sama lainnya, kecuali untuk metode playback period. Namun, dalam penerapannya perlu pula diperhatikan umur dari masing-masing alternatif sehingga dalam membandingkan terpenuhi kaidah-kaidah indikator perbandingan, yaitu c. Indikator harus sama d. Bernilai tunggal Kelima metode evaluasi investasi yang telah dibicarakan dapat dipergunakan dalam rangka pemilihan investasi, tentu saja dengan memperhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh alternatif dalam menetapkan metode apa yang sebaiknya dipergunakan Giatman, 100-101. A. Pemilihan Alternatif dengan Metode Net Present Value NPV Pemilihan alternatif terbaik dari sejumlah alternatif dengan metode NPV, umumnya alternatif tersebut harus sama. Jadi, nilai NPV dari setiap alternatif belum bisa dipakai sebagai indikator perbandingan antara alternatif kecuali jika umur setiap alternatif sudah sama. Oleh karena itu, sebelum analisis dilakukan perlu terlebih dahulu diperhatikan umur dari masing-masing alternatif, yaitu a Umur masing-masing alternatif sama b Umur masing-masing alternatif berbeda c Umur alternatif tidak berhingga Giatman, 101. 1 Jika Umur Masing-masing Altrnatif Sama Jika umur masing-msing alternatif sudah sama, analisis pemilihan alternatif dapat langsung dilakukan dengan prosedur analisis sebagai berikut. Þ Hitung NPV dari masing-masing alternatif dengan formula NPV = S CFt FBPt di mana = FBP faktor bungan present. Þ Bandingkan NPV masing-masing alternatif Þ Keputusan NPV terbesar merupakan alternatif terbaik. Contoh Suatu rencana investasi dalam bidang produksi komponen manufaktur diketahui ada tiga alternatif teknologi yang dapat diterapkan, yang terdiri dari teknologi konvensional, teknologi mekanis, dan teknologi semi otomatik kontrol. Setiap pilihan teknologi akan memberikan efek cash flow yang berbeda, yaitu sperti tertera pada tabel cash flow berikut. Alternatif Uraian A B C Investasi Annual Benefit Annual Cost Nilai Sisa Umur Investasi Suku Bunga Rp 1200 jt Rp 350 jt Rp 125 jt Rp 350 jt 10 thn 8% Rp 2000 jt Rp 600 jt Rp 250 jt Rp 750 jt 10 thn 8% Rp 2600 jt Rp 750 jt Rp 375 jt Rp 550 jt 10 thn 8% Diminta Analisis dan tentukanlah alternatif terbaik. Penyelesaian Karena ketiga alternatif umur investasinya sama yaitu 10 tahun, analisis dapat dimulai dengan menghitung NPV dari masing-masing alternatif. Alternatif A NPV = S CFt FBPt dimana FBP = faktor bunga present NPV = - I + AbP/A,i,n + SP/F,i,n – AcP/A,i,n NPV = -1200 + 350P/A,8,10 + 350P/F,8,10 – 125P/A,8,10 NPV = -1200 + 350 + 350 – 125 NPV = + Rp 471,87 juta → layak ekonomis Dengan cara yang sama dapat dihitung pula alternatif B dan alternatif C sehingga didapati untuk alternatif B adalah + Rp 695,90 juta → layak ekonomis dan alternatif C sebesar + Rp 171,01 juta → layak ekonomis dari hasil perhitungan NPV ketiga alternatif tersebut diketahui NPVB = Rp 695,90 juta merupakan yang paling besar, maka kriteria sebelumnya disimpulkan alternatif B merupakan pilihan terbaik Giatman, 102-103. 2 Jika Umur Masing-masing Alternatif Tidak Sama Bila umur alternatif tidak sama, perhitungan NPV masing-masing alternatif belum dapat dilakukan. Oleh karena itu, sebelumnya perlu dilakukan proses penyamaan umur alternatif. Proses penyamaan umur alternatif ini dapat dilakukan dengan tiga metode, yaitu a. Metode penyamaan umur dengan angka Kelipatan Persekutuan Terkecil KPK; b. Metode penyamaan umur dengan umur alternatif terpanjang; c. Metode penyamaan umur dengan suatu umur yang ditetapkan Giatman,103. a. Menyamakan Umur dengan Metode KPK Metode ini mengasumsikan setiap alternatif akan dilakukan “re-invstasi semu” sebanyak hasil bagi KPK dengan umur alternatif yang bersangkutan dikurang satu. Dengan demikian, cash flow yang akan diperhitungkan merupakan cash flow keseluruhan sepanjang umur KPK tersebut Giatman,104. Metode KPK mempunyai kelemahan, dimana jika umur masing-masing alternatif bukan merupakan bilangan istimewa atau jumlah alternatif terlalu banyak, akan diperoleh nilai KPK yang cukup besar. Artinya akan terjadi sekian kali re-investasi semu, yang tentu saja akan menjadikan alternatif gabungan menjadi tidak ideal lagi. Jika terjadi hal demikian, biasanya tidak dilakukan analisis NPV dan dapat diganti dengan analisis Annual Ekuivalen Giatman,107. b. Metode Penyamaan Umur dengan Umur Alternatif Terpanjang; Jika pada metode KPK, reinvestasi dilakukan pada semua alternatif, pada metode ini umur dipatok sama dengan umur terpanjang dari alternatif tersedia, dan yang lainnya tetap dilakukan reinvestasi semu sejumlah periode kekurangannya dengan memerhatikan nilai buku pada periode terpotong menjadi nilai sisa dari reinvestasi semuanya. Selanjutnya perhitunga NPV dilakukan dengan metode yang sama Giatman,107. c. Metode Penyamaan Umur dengan Umur Alternatif Terpendek; Kebalikan dari metode di atas, di mana umur diambil adalah alternatif terpendek, sehingga umur yang panjang dipotong dengan memerhatikan nilai buku BV sebagai nilai sisa dari alternatif terpotong Giatman,109. B. Memilih Alternatif dengan Metode Internal Rate of Return IRR 1. IRR dengan n Alternatif Sama halnya dengan metode sebelumnya, nilai IRR belum bisa menjelaskan apakah alternatif yang mempunyai IRR terbesar merupakan alternatif terbaik atau sebaliknya. Perhatikan Gambar berikut MARR1 maka NPV A > NPV B > NPV C, tetapi jika MARR2 maka NPV B > NPV C > NPV A. Oleh karena itu, nilai NPV akan dipengaruhi oleh posisi relatif MARR investasi Giatman,113. Gambar Grafik NPV dengan Tiga Alternatif Untuk bisa menjelaskan posisi relatif masing-masing alternatif, diperlukan analisis incremental IRR IRR Giatman,114. 2. Analisis Incremental IRR Metode incremental IRR konsepnya adalah membandingkan setiap alternatif dengan alternatif lain sehingga betul-betul akan diperoleh alternatif yang terbaik. Metode pemilihannya dapat di samakan dengan metode kompetisi dalam olahraga yang diawali dengan menyedet peserta melalui indikator tertentu, selanjutnya baru dilakukan pertandingan mulai dari sedet terendah. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Gambar berikut. Penyedetan untuk menentukan rangking sementara didasarkan pada investasi terkecil menuju investasi yang besar. Investasi terkecil terbaik sementara disebut dengan defender bertahan, terbaik berikutnya disebut dengan challenger penantang, sedangkan terbaik dari yang diperbandingkan disebut dengan winner pemenang Giatman,114-115. Analisis incremental IRR IRR merupakan kelanjutan dari analisis IRR jika jumlah alternatif yang tersedia tidak tunggal dan kita perlu menentukan rangking/prioritas alternatif. Hal ini terjadi karena IRR terbesar tidak dapat dipakai sebagai pedoman mentukan alternatif terbaik, dalam arti kata IRR terbesar tidak selalu menjadi yang terbaik, dalam arti kata IRR terbesar tidak selalu menjadi yang terbaik sebagaimana telah dijelaskan oleh grafik NPV pada Gambar di atas. Oleh karena itu, untuk menentukan alternatif mana yang terbaik dari sejumlah alternatif yang tersedia sangat ditentukan oleh di mana posisi MARR terhadap IRR Giatman, 114. Gambar Pola Pemilihan Alternatif Terbaik Prosedur analisis IRR 1. Identifikasi semua alternatif yang tersedia. 2. Hitung IRR masing-masingnya. Jika IRR MARR, maka altC menjadi terbaik, sebaliknya jika IRRC-D 1 CS 3,819 milyar B / CB = BB = 10 milyar = 1,509 > 1 CB 6,627 milyar B/C S dan B/C B > 1, berarti kedua proyek layak secara ekonomis karena B/C S > B/C B berarti proyek saluran lebih ekonomis daripada proyek bendungan, maka yang harus dilakukan adalah memilih saluran Suryaningrat 60-61. KESIMPULAN Adapun kesimpulannya adalah sebagai berikut 1. Pemilihan alternatif merupakan kegiatan untuk menjawab pertanyaan apakah suatu rencana investasi yang akan dilaksanakan tersebut sudah merupakan pilihan yang terbaik optimal atau belum. 2. Pemilihan alternatif terbaik dari sejumlah alternatif dengan metode NPV, umumnya alternatif tersebut harus sama. 3. Nilai IRR belum bisa menjelaskan apakah alternatif yang mempunyai IRR terbesar merupakan alternatif terbaik atau sebaliknya. 4. Analisis manfaat biaya B/C ratio adalah rasio atau perbandingan dari nilai ekuivalen manfaat-manfaat terhadap nilai ekuivalen biaya-biaya. B/C ratio digunakan sebagai kriteria keputusan dalam pemilihan alternatif proyek kepentingan umum pulic works dimana di dalam penerapannya, manfaat proyek dinikmati masyarakat luas, biaya ditanggung pemilik proyek pemerintah, badan sosial. Hasil analisis B/C ratio dinyatakan layak apabila memiliki nilai lebih besar atau sama dengan 1. DAFTAR PUSTAKA Giatman, M. 2006. Ekonomi Teknik. Jakarta PT Raja Grafindo Persada. Suryaningrat, 2011. Ekonomi TeknikTeori dan Aplikasi untuk Agroindustri. Jember Jember University Press. Daftar isiPengertian Pengambilan KeputusanTujuan Pengambilan KeputusanDasar Pengambilan KeputusanGaya Pengambilan KeputusanFaktor Pengambilan KeputusanProses Pengambilan KeputusanTahapan Pengambilan KeputusanContoh Pengambilan KeputusanJika di dalam suatu kelompok atau organisasi terdapat sebuah permasalahan, hal ini bisa diselesaikan dengan cara yaitu mengambil suatu keputusan yang terbaik untuk memecahkan masalah tersebut. Pada materi kali ini kita akan membahas mengenai pengambilan keputusan yang meliputi mengenai pengertian, tujuan, dasar, gaya, faktor, proses dan tahapan di dalam pengambilan Para AhliSimon 1993Pengambilan keputusan adalah suatu bentuk pemilihan dari berbagai alternatif tindakan yang mungkin dipilih, yang prosesnya melalui mekanisme tertentu dengan harapan akan menghasilkan suatu keputusan yang 2003Pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih, tindakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi melalui pemilihan satu diantara alternatif alternatif yang 2004Pengambilan keputusan adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh banyak kekuatan termasuk lingkungan organisasi dan pengetahuan, kecakapan dan motivasi. Pengambilan keputusan adalah ilmu dan seni pemilihan alternatif solusi atau tindakan dari sejumlah alternatif solusi dan tindakan yang berguna menyelesaikan dan Ruhe 2007Pengambilan keputusan adalah proses yang memilih pilihan yang lebih disukai atau suatu tindakan dari antara alternatif atas dasar kriteria atau strategi yang 2005Pengambilan keputusan adalah proses memilih atau menentukan berbagai kemungkinan diantara situasi situasi yang tidak dan Byrne 2008Pengambilan keputusan adalah suatu proses melalui kombinasi individu atau kelompok dan mengintegrasikan informasi yang ada dengan tujuan memilih satu dari berbagai kemungkinan UmumPengambilan keputusan merupakan suatu proses memilih, memikirkan dan menentukan suatu tindakan pada berbagai Pengambilan KeputusanPengambilan keputusan memiliki tujuan untuk digunakan sebagai pemecahan suatu permasalahan yang sedang terjadi baik itu di kelompok, organisasi dan Pengambilan KeputusanDi dalam pengambilan suatu keputusan terdapat 5 dasar yaitu pengalaman, intuisi, wewenang, fakta dan rasional. Berikut ini penjelasan mengenai kelima dasar di dalam pengambilan keputusan yaituPengalamanSuatu pengalaman yang membekas yang ada di dalam hidup individu bisa di jadikan utnuk membantu di dalam pengambilan suatu juga dapat digunakan sebagai dasar di dalam pengambilan suatu keputusan bagi seseorang yang sedang bingung di dalam kondisi atau situasi pengambilan keputusan yang didasarkan pada wewenang ini jika digunakan yang seharusnya masalah itu bisa dipecahkan, dengan menggunakan wewenang justru semakin kurang keputusan yang didasarkan pada fakta merupakan hal yang baik. Namun di dalam pengambilan keputusan berdasarkan fakta cukup sulit untuk dilakukan dikarenakan harus mencari suatu informasi yang berisi keputusan yang rasional ini biasanya lebih bersifat Pengambilan KeputusanTerdapat 4 gaya di dalam pengambilan keputusan yaitu rasional, dependen, intuisi dan keraguan. Berikut ini penjelasan mengenai keempat gaya pengambilan keputusan tersebut yaituGaya RasionalGaya rasional ini merupakan strategi yang sistematis dan digunakan untuk rencana di masa depan yang DependenGaya dependen ini lebih melibatkan pengambilan keputusan oleh orang lain atau lebih mantap dengan pilihan dari orang lain daripada keputusan diri IntuisiGaya pengambilan keputusan intuisi ini lebih kepada pengalaman personal dari individu itu sendiri dan memutuskan secara cepat tanpa banyak KeraguanGaya pengambilan keputusan ini menghindari pengambilan keputusan terhadap orang Pengambilan KeputusanSetiap keputusan harus bisa dijadikan bahan atau informasi untuk mencapai suatu pengambilan keputusan yang sesuai dengan tujuan dari dalam pengambilan keputusan yang efektif dan menghasilkan hasil yang baik membutuhkan waktu yang pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil keputusan yang keputusan yang diambil lebih baik jika mementingkan kepentingan organiasi, jangan mementingkan kepentingan hal yang dijadikan bahan untuk pengambilan keputusan harus diperhitungkan dan di diskusikan terlebih Pengambilan KeputusanLangkah pertama yaitu melakukan identifikasi mengenai masalah yang ada di dalam yaitu mencari, mengumpulkan dan melakukan analisis terhadap masalah yang sedang itu perlu dibuat beberapa alternatif kebijakan untuk mengambil suatu salah satu alternatif keputusan terbaik yang akan digunakan untuk memecahkan sebuah yaitu melaksanakan alternatif keputusan tersebut untuk Pengambilan KeputusanDi dalam pengambilan suatu keputusan terdapat 4 tahap yang biasanya digunakan yaitu kewenangan tanpa diskusi, pendapat ahli, kesepakatan dan kewenangan setelah diskusi. Berikut ini penjelasan dari keempat tahap pengambilan suatu keputusan yaituKewenangan Tanpa DiskusiBiasanya metode ini banyak digunakan di dalam organisasi militer, yang mengambil keputusan lebih banyak dari sang pemimpin daripada dengan diskusi. Metode ini memiliki beberapa keuntungan di dalamnya yaitu bahwa anggota organisasi tidak perlu membuang banyak waktu untuk melakukan diskusi. Namun, disamping terdapat keuntungannya, metode ini juga memiliki kekurangan yaitu jika metode ini sering dan selalu digunakan jika mengambil suatu keputusan maka akan muncul rasa tidak percaya oleh para anggota organisasi terhadap keputusan dari para AhliMetode pendapat ahli ini biasanya dilakukan jika di dalam suatu organisasi terdapat seseorang atau anggota yang sangat ahli di dalam memberi masukan dan tidak diragukan oleh anggota lainnya. Biasanya di dalam mengambil suatu keputusan akan menggunakan atau bertanya kepada sang ahli kesepakatan ini dilakukan jika semua anggota mendukung hasil dari keputusan yang diambil ini. Metode ini sangat didasarkan pada kesepakatan atau suara orang banyak, namun metode ini tidak dapat dilakukan jika di dalam keadaan yang mendesak untuk mengambil suatu Setelah DiskusiMenggunakan metode ini, hasil keputusan yang diambil dapat meningkatkan kualitas dan tanggung jawab dari anggota organisasi. Pendapat dari anggota sangat diperhatikan di dalam proses membuat suatu keputusan, namun keputusan dari pemimpin juga masih berpengaruh di Pengambilan KeputusanRani adalah ketua suatu organisasi yang berada di kuliahnya. Pada saat sedang menjalankan suatu diskusi untuk acara event, ada dua orang yang sedang berdebat dikarenakan mereka berselisih paham dan akhirnya pergi meninggalkan acara diskusi dan anggota lainnya bingung akan permasalahan yang sedang terjadi di dalam organisasinya. Kemudian Rani sebagai ketua organisasi berinisiatif untuk melakukan suatu keputusan di dalam memecahkan masalah ini dengan jalur diskusi dengan anggota setelah memakan waktu yang cukup lama, Rani dan anggota lainnya berhasil mendapatkan suaut keputusan alternatif untuk mengatasi permasalahan yang ada di organisasinya. Dengan cara mempertemukan kedua anggota yang sedang berselisih paham tersebut lalu meminta mereka menjelasakan secara baik baik dan mencari solusi bersama. Pengambilan Keputusan atau Decision Making adalah suatu proses pemikiran dalam pemilihan dari beberapa alternatif atau kemungkinan yang paling sesuai dengan nilai atau tujuan individu untuk mendapatkan hasil atau solusi mengenai prediksi kedepan. Pengambilan Keputusan Menurut Kamus Besar Ilmu Pengetahuan Save, 2006185, pengambilan keputusan Decision Making merupakan pemilihan keputusan atau kebijakan yang didasarkan atas kriteria tertentu. Proses ini meliputi dua alternatif atau lebih karena seandainya hanya terdapat satu alternatif tidak akan ada satu keputusan yang akan diambil. Pengambilan keputusan merupakan sebuah proses dinamis yang dipengaruhi oleh banyak kekuatan termasuk lingkungan organisasi dan pengetahuan, kecakapan dan motivasi. Pengambilan keputusan adalah ilmu dan seni pemilihan alternatif solusi atau alternatif tindakan dari sejumlah alternatif solusi dan tindakan yang tersedia guna menyelesaikan masalah Dermawan, 2004. Berikut ini beberapa pengertian pengambilan keputusan dari beberapa sumber buku Menurut Wang dan Ruhe 2007, pengambilan keputusan adalah proses yang memilih pilihan yang lebih disukai atau suatu tindakan dari antara alternatif atas dasar kriteria atau strategi yang diberikan. Menurut Suharnan 2005, pengambilan keputusan adalah proses memilih atau menentukan berbagai kemungkinan diantara situasi-situasi yang tidak pasti. Menurut Terry 2003, pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih, tindakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi melalui pemilihan satu diantara alternatif- alternatif yang memungkinkan. Menurut Simon 1993, pengambilan keputusan merupakan suatu bentuk pemilihan dari berbagai alternatif tindakan yang mungkin dipilih, yang prosesnya melalui mekanisme tertentu dengan harapan akan menghasilkan suatu keputusan yang terbaik. Menurut Baron dan Byrne 2008, pengambilan keputusan adalah suatu proses melalui kombinasi individu atau kelompok dan mengintegrasikan informasi yang ada dengan tujuan memilih satu dari berbagai kemungkinan tindakan. Dasar Pengambilan Keputusan Menurut Terry Syamsi, 200016, pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang umumnya didasari hal-hal sebagai berikut a. Intuisi Keputusan yang diambil berdasarkan intuisi atau perasaan lebih bersifat subjektif yaitu mudah terkena sugesti, pengaruh luar, dan faktor kejiwaan lain. Pengambilan keputusan yang berdasarkan intuisi membutuhkan waktu yang singkat Untuk masalah-masalah yang dampaknya terbatas. b. Pengalaman Keputusan yang berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis. Pengalaman dan kemampuan untuk memperkirakan apa yang menjadi latar belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya sangat membantu dalam memudahkan pemecahan masalah. c. Fakta Keputusan yang berdasarkan sejumlah fakta, data atau informasi yang cukup itu memang merupakan keputusan yang baik dan solid, namun untuk mendapatkan informasi yang cukup itu sangat sulit. d. Wewenang Keputusan yang berdasarkan pada wewenang semata maka akan menimbulkan sifat rutin dan mengasosiasikan dengan praktik diktatorial. Keputusan berdasarkan wewenang kadangkala oleh pembuat keputusan sering melewati permasahan yang seharusnya dipecahkan justru menjadi kabur atau kurang jelas. e. Rasional Keputusan yang bersifat rasional berkaitan dengan daya guna. Masalah-masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan pemecahan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional lebih bersifat objektif. Faktor Pengambilan Keputusan Menurut Syamsi 2000, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang dalam pengambilan keputusan, yaitu sebagai berikut Keadaan internal. Keputusan yang memerlukan biaya, tetapi keadaan yang tidak mendukung, akan mengurangi kualitas keputusan. Namun biasanya keputusan tetap diambil dengan mengingat dan menyesuaikan keadaan. Tersedianya informasi yang diperlukan. Suatu keputusan diambil untuk mengatasi masalah di dalamnya. Untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapi, maka lebih dahulu harus diketahui sebab dan akibat masalah tersebut, maka perlu pengumpulan data yang ada kaitan langsung dan tidak langsung dengan masalah itu. Data-data tersebut kemudian diolah sehingga akhirnya merupakan informasi. Informasi yang diperlukan harus lengkap sesuai kebutuhan, terpercaya dan masih aktual. Berdasarkan informasi inilah pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan baik. Keadaan Ekstern. Pengambilan keputusan harus mempertimbangkan lingkungan luar. Keadaan atau lingkungan di luar dapat berupa, ekonomi, sosial, politik, hukum, budaya dan lain-lain. Keputusan yang diambil tidak boleh bertentangan dengan peraturan hukum yang berlaku. Kepribadian dan Kecakapan Pengambilan Keputusan. Tepat tidaknya keputusan yang diambil juga sangat tergantung pada kecakapan dan kepribadian pengambilan keputusan. Hal ini meliputi penilaian, kebutuhan, tingkat inteligensi, kapasitas, kapabilitas, keterampilan, dan lain sebagainya. Gaya Pengambilan Keputusan Gaya pengambilan keputusan adalah bagaimana seseorang menginterpretasi, merespon dan cara seseorang bereaksi terhadap situasi yang dihadapinya. Menurut Kuzgun, terdapat empat gaya pengambilan keputusan, yaitu sebagai berikut Bacanli, 2012 Rational rasional. Gaya rasional ditandai dengan strategi yang sistematis dan berencana dengan orientasi masa depan yang jelas. Para pembuat keputusan rasional menerima tanggung jawab untuk pilihan yang berasal dari internal locus of control dan aktif, disengaja dan logis. Intuitive intuisi. Gaya intuisi ditandai dengan ketergantungan pada pengalaman batin, fantasi, dan kecenderungan untuk memutuskan dengan cepat tanpa banyak pertimbangan atau pengumpulan informasi. Para pengambil keputusan intuisi menerima tanggung jawab untuk pilihan, tetapi fokus pada emosional kesadaran diri, fantasi dan perasaan, sering secara impulsif. Dependent dependen. Gaya pengambilan keputusan dependen, menolak tanggung jawab atas pilihan mereka dan melibatkan tanggung jawab kepada orang lain, umumnya figur otoritas. Dalam arti lain, gaya keputusan ini cenderung atas keputusan orang lain yang mereka anggap sebagai figur otoritas seperti orang tua, keluarga, teman. Indecisiveness keraguan. Gaya pengambilan keputusan indecisiveness keraguan cenderung menghindari situasi pengambilan keputusan atau tanggung jawab terhadap orang lain. Secara signifikan orang ragu-ragu perlu lebih banyak waktu ketika mereka harus memilih suatu pilihan, tetapi mereka juga lebih selektif dan kurang lengkap dalam pencarian informasi. Proses Pengambilan Keputusan Menurut Kotler 2000223, tahapan proses pengambilan keputusan adalah sebagai berikut Identifikasi masalah. Dalam hal ini diharapkan mampu mengidentifikasi masalah yang ada di dalam suatu keadaan. Pengumpulan dan penganalisis data. Pengambil keputusan diharapkan dapat mengumpulkan dan menganalisis data yang dapat membantu memecahkan masalah yang ada. Pembuatan alternatif-alternatif kebijakan. Setelah masalah dirinci dengan tepat dan tersusun baik, maka perlu dipikirkan cara-cara pemecahannya. Pemilihan salah satu alternatif terbaik. Pemilihan satu alternatif yang dianggap paling tepat untuk memecahkan masalah tertentu dilakukan atas dasar pertimbangan yang matang atau rekomendasi. Dalam pemilihan satu alternatif dibutuhkan waktu yang lama karena hal ini menentukan alternatif yang dipakai akan berhasil atau sebaliknya. Pelaksanaan keputusan. Dalam pelaksanaan keputusan berarti seorang pengambil keputusan harus mampu menerima dampak yang positif atau negatif. Ketika menerima dampak yang negatif, pemimpin harus juga mempunyai alternatif yang lain. Pemantauan dan pengevaluasian hasil pelaksanaan. Setelah keputusan dijalankan seharusnya seseorang dapat mengukur dampak dari keputusan yang telah dibuat. Daftar Pustaka Save, M Dagun. 2006. Kamus Besar Ilmu Pengetahuan. Jakarta HIPN. Dermawan, Rizqi. 2004. Pengambilan Keputusan. Bandung Alfabeta. Wang, Y dan Ruhe, G. R. 2007. The Cognitive Process of Decision Making. International Journal of Cognitive Informatics and Natural Intelligence. Suharnan. 2005. Psikologi Kognitif. Surabaya Srikandi. Terry, George R. 2003. Prinsip-prinsip Manajemen. Jakarta Bumi Aksara. Simon, Herbert A. 1993. Decision Making Rational, Nonrational and Irrational. Jurnal Educational Administration Quarterly Baron, R A dan Byrne, D. 2008. Social Psychology. Boston Pearson Education. Syamsi, Ibnu. 2000. Pengambilan Keputusan dan Sistem Informasi. Jakarta Bumi Aksara. Bacanli, F. 2012. An Examination of the Relationship Amongst Decision-Making Strategies and Ego Identity Statuses. Journal Education and Science Gazi University Kotler P, dkk. 2000. Manajemen Pemasaran Perspektif Asia. Yogyakarta Andi Offset. Pengertian Pengambilan Keputusan Pengambilan Keputusan atau Decision Making adalah suatu proses pemikiran dalam pemilihan dari beberapa alternatif atau kemungkinan yang paling sesuai dengan nilai atau tujuan individu untuk mendapatkan hasil atau solusi mengenai prediksi kedepan. Pengertian Pengambilan Keputusan Menurut Ahli Menurut Kamus Besar Ilmu Pengetahuan Save, 2006185, pengambilan keputusan Decision Making merupakan pemilihan keputusan atau kebijakan yang didasarkan atas kriteria tertentu. Proses ini meliputi dua alternatif atau lebih karena seandainya hanya terdapat satu alternatif tidak akan ada satu keputusan yang akan diambil. Pengambilan keputusan merupakan sebuah proses dinamis yang dipengaruhi oleh banyak kekuatan termasuk lingkungan organisasi dan pengetahuan, kecakapan dan motivasi. Pengambilan keputusan adalah ilmu dan seni pemilihan alternatif solusi atau alternatif tindakan dari sejumlah alternatif solusi dan tindakan yang tersedia guna menyelesaikan masalah Dermawan, 2004. Menurut Wang dan Ruhe 2007, pengambilan keputusan adalah proses yang memilih pilihan yang lebih disukai atau suatu tindakan dari antara alternatif atas dasar kriteria atau strategi yang diberikan. Menurut Suharnan 2005, pengambilan keputusan adalah proses memilih atau menentukan berbagai kemungkinan diantara situasi-situasi yang tidak pasti. Menurut Terry 2003, pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih, tindakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi melalui pemilihan satu diantara alternatif- alternatif yang memungkinkan. Menurut Simon 1993, pengambilan keputusan merupakan suatu bentuk pemilihan dari berbagai alternatif tindakan yang mungkin dipilih, yang prosesnya melalui mekanisme tertentu dengan harapan akan menghasilkan suatu keputusan yang terbaik. Menurut Baron dan Byrne 2008, pengambilan keputusan adalah suatu proses melalui kombinasi individu atau kelompok dan mengintegrasikan informasi yang ada dengan tujuan memilih satu dari berbagai kemungkinan tindakan. Dasar Pengambilan Keputusan Menurut Terry Syamsi, 200016, pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang umumnya didasari hal-hal sebagai berikut 1. Intuisi Keputusan yang diambil berdasarkan intuisi atau perasaan lebih bersifat subjektif yaitu mudah terkena sugesti, pengaruh luar, dan faktor kejiwaan lain. Pengambilan keputusan yang berdasarkan intuisi membutuhkan waktu yang singkat Untuk masalah-masalah yang dampaknya terbatas. 2. Pengalaman Keputusan yang berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis. Pengalaman dan kemampuan untuk memperkirakan apa yang menjadi latar belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya sangat membantu dalam memudahkan pemecahan masalah. 3. Fakta Keputusan yang berdasarkan sejumlah fakta, data atau informasi yang cukup itu memang merupakan keputusan yang baik dan solid, namun untuk mendapatkan informasi yang cukup itu sangat sulit. 4. Wewenang Keputusan yang berdasarkan pada wewenang semata maka akan menimbulkan sifat rutin dan mengasosiasikan dengan praktik diktatorial. Keputusan berdasarkan wewenang kadangkala oleh pembuat keputusan sering melewati permasahan yang seharusnya dipecahkan justru menjadi kabur atau kurang jelas. 5. Rasional Keputusan yang bersifat rasional berkaitan dengan daya guna. Masalah-masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan pemecahan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional lebih bersifat objektif. Faktor Pengambilan Keputusan Menurut Syamsi 2000, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang dalam pengambilan keputusan, yaitu sebagai berikut Keadaan internal. Keputusan yang memerlukan biaya, tetapi keadaan yang tidak mendukung, akan mengurangi kualitas keputusan. Namun biasanya keputusan tetap diambil dengan mengingat dan menyesuaikan keadaan. Tersedianya informasi yang diperlukan. Suatu keputusan diambil untuk mengatasi masalah di dalamnya. Untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapi, maka lebih dahulu harus diketahui sebab dan akibat masalah tersebut, maka perlu pengumpulan data yang ada kaitan langsung dan tidak langsung dengan masalah itu. Data-data tersebut kemudian diolah sehingga akhirnya merupakan informasi. Informasi yang diperlukan harus lengkap sesuai kebutuhan, terpercaya dan masih aktual. Berdasarkan informasi inilah pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan baik. Keadaan Ekstern. Pengambilan keputusan harus mempertimbangkan lingkungan luar. Keadaan atau lingkungan di luar dapat berupa, ekonomi, sosial, politik, hukum, budaya dan lain-lain. Keputusan yang diambil tidak boleh bertentangan dengan peraturan hukum yang berlaku. Kepribadian dan Kecakapan Pengambilan Keputusan. Tepat tidaknya keputusan yang diambil juga sangat tergantung pada kecakapan dan kepribadian pengambilan keputusan. Hal ini meliputi penilaian, kebutuhan, tingkat inteligensi, kapasitas, kapabilitas, keterampilan, dan lain sebagainya. Gaya Pengambilan Keputusan Gaya pengambilan keputusan adalah bagaimana seseorang menginterpretasi, merespon dan cara seseorang bereaksi terhadap situasi yang dihadapinya. Menurut Kuzgun, terdapat empat gaya pengambilan keputusan, yaitu sebagai berikut Bacanli, 2012 A. Rational rasional Gaya rasional ditandai dengan strategi yang sistematis dan berencana dengan orientasi masa depan yang jelas. Para pembuat keputusan rasional menerima tanggung jawab untuk pilihan yang berasal dari internal locus of control dan aktif, disengaja dan logis. B. Intuitive intuisi Gaya intuisi ditandai dengan ketergantungan pada pengalaman batin, fantasi, dan kecenderungan untuk memutuskan dengan cepat tanpa banyak pertimbangan atau pengumpulan informasi. Para pengambil keputusan intuisi menerima tanggung jawab untuk pilihan, tetapi fokus pada emosional kesadaran diri, fantasi dan perasaan, sering secara impulsif. C. Dependent dependen Gaya pengambilan keputusan dependen, menolak tanggung jawab atas pilihan mereka dan melibatkan tanggung jawab kepada orang lain, umumnya figur otoritas. Dalam arti lain, gaya keputusan ini cenderung atas keputusan orang lain yang mereka anggap sebagai figur otoritas seperti orang tua, keluarga, teman. D. Indecisiveness keraguan Gaya pengambilan keputusan indecisiveness keraguan cenderung menghindari situasi pengambilan keputusan atau tanggung jawab terhadap orang lain. Secara signifikan orang ragu-ragu perlu lebih banyak waktu ketika mereka harus memilih suatu pilihan, tetapi mereka juga lebih selektif dan kurang lengkap dalam pencarian informasi. Proses Pengambilan Keputusan Menurut Kotler 2000223, tahapan proses pengambilan keputusan adalah sebagai berikut a. Identifikasi masalah Dalam hal ini diharapkan mampu mengidentifikasi masalah yang ada di dalam suatu keadaan. b. Pengumpulan dan penganalisis data Pengambil keputusan diharapkan dapat mengumpulkan dan menganalisis data yang dapat membantu memecahkan masalah yang ada. c. Pembuatan alternatif-alternatif kebijakan Setelah masalah dirinci dengan tepat dan tersusun baik, maka perlu dipikirkan cara-cara pemecahannya. d. Pemilihan salah satu alternatif terbaik Pemilihan satu alternatif yang dianggap paling tepat untuk memecahkan masalah tertentu dilakukan atas dasar pertimbangan yang matang atau rekomendasi. Dalam pemilihan satu alternatif dibutuhkan waktu yang lama karena hal ini menentukan alternatif yang dipakai akan berhasil atau sebaliknya. e. Pelaksanaan keputusan Dalam pelaksanaan keputusan berarti seorang pengambil keputusan harus mampu menerima dampak yang positif atau negatif. Ketika menerima dampak yang negatif, pemimpin harus juga mempunyai alternatif yang lain. f. Pemantauan dan pengevaluasian hasil pelaksanaan Setelah keputusan dijalankan seharusnya seseorang dapat mengukur dampak dari keputusan yang telah dibuat. Daftar Pustaka Save, M Dagun. 2006. Kamus Besar Ilmu Pengetahuan. Jakarta HIPN. Dermawan, Rizqi. 2004. Pengambilan Keputusan. Bandung Alfabeta. Wang, Y dan Ruhe, G. R. 2007. The Cognitive Process of Decision Making. International Journal of Cognitive Informatics and Natural Intelligence. Suharnan. 2005. Psikologi Kognitif. Surabaya Srikandi. Terry, George R. 2003. Prinsip-prinsip Manajemen. Jakarta Bumi Aksara. Simon, Herbert A. 1993. Decision Making Rational, Nonrational and Irrational. Jurnal Educational Administration Quarterly Baron, R A dan Byrne, D. 2008. Social Psychology. Boston Pearson Education. Syamsi, Ibnu. 2000. Pengambilan Keputusan dan Sistem Informasi. Jakarta Bumi Aksara. Bacanli, F. 2012. An Examination of the Relationship Amongst Decision-Making Strategies and Ego Identity Statuses. Journal Education and Science Gazi University Kotler P, dkk. 2000. Manajemen Pemasaran Perspektif Asia. Yogyakarta Andi Offset. Pernyataan serupa dikemukakan oleh Suharnan bahwa setiap hari orang terlibat di dalam tindakan membuat keputusan atau decision making, bahkan mungkin harus dilakukan beberapa kali. Mulai dari masalah-masalah yang kompleks dan menuntut pertimbangan banyak serta mendalam. Aktivitas pepmbuat keputusan sering dilakukan orang baik disadari atau tidak disadari, sebab di dalam kehidupan sehari-hari seseorang akan banyak menemukan situasi yang tidak pasti uncertainty dalam Fitriani dan Astuti, 2012.Pengambilan Keputusan Making Decision TheoryBaca juga Komitmen dalam Organisasi Pentingkah? Moergan dan Celrullo dalam Fatresi, 2017 mendefenisikan keputusan merupakan kesimpulan yang dicapai sesudah dilakukan pertimbangan, yang terjadi setelah satu kemungkinan dipilih, sementara yang lain dikesampingkan. Sedangkan menurut Syamsi dalam Fatresi, 2017, keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu di antara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Kotler dan Armstrong dalam Bahari dan Ashoer, 2018 mendefinisikan kebudayaan sebagai seperangkat nilai-nilai, kepercayaan, kebiasaan, keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh masyarakat sekitar, dari keluarga, atau lembaga formal lainnya sebagai sebuah pedoman perilaku. Menurut Baron dan Byner dalam Zulkilfi, 2018 menjelaskan pengambilan keputusan keputusan merupakan suatu proses melalui kombinasi individu dan kelompok dan mengintegrasikan informasi yang ada dengan tujuan memilih satu dari berbagai kemungkinan tindakan, pengambilan keputusan sebagai suatu proses mengevaluasi pilihan-pilihan yang ada untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Menurut Terry pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih dalam Perwitasari, 2015. Selanjutnya menurut Siagian pada hakikatnya pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta serta data, penentuan matang dari alternatif yang dihadapi, dan pengambilan tindakan yang paling tepat dalam Perwitasari, 2015. Menurut Rayna & Ferley dalam Santrock, 2014 untuk menjelaskan pengambilan keputusan remaja adalah model-ganda, yang menyatakan bahwa pengambilan keputusan dipengaruhi oleh dua sistem kognitif, analisis, dan pengalaman yang bersaing satu sama lain. Berdasarkan pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengambilan keputusan adalah proses pemikiran yang berupa pilihan satu antara beberapa alternatif yang digunakan sebagai penentu dari sejumlah pilihan, serta dicapai setelah dilakukan pertimbangan yang dipengaruhi oleh kognitif, analisi, dan pengalama untuk memecahakan masalah yang dihadapi. Pengambilan keputusan sering terjadi baik disadari maupun tidak disadari, berdasarkan pengumpulan fakta dan data, sebagai penentu keputusan yang dibuat agar dapat mengambil tindakan yang tepat. Elemen-elemen dasar dalam proses pengambilan keputusan Prosesnya meliputi penetapan tujuan, mengidentifikasi permasalahan, mengembangkan dan menilai berbagai alternatif dan penerapannya, mengendalikan dan melakukan tindakan korektif dalam Gutosudarmo & Sudita, 2016. 1 Menetapkan Tujuan Pengambilan keputusan harus memiliki tujuan yang akan mengarahkan tujuannya, apakah spesifik yang dapat diukur hasilnya ataupun sasaran yang bersifat umum. Tampa penetapan tujuan , pengambilan keputusan tidak bisa menilai alternatif atau memilih suatu tindakan. Keputusan pada tingkat individu, tujuan ditentukan oleh masing-masing orang sesuai dengan sistem nilai seseorang 2 Mengidentifikasi Permasalahan Proses pengambilan keputusan umumnya dimulai setelah permasalahan diidentifikasi. Permasalahan merupakan kondisi di mana adanya ketidak samaan antara kenyataan yang terjadi dengan apa yang diharapkan. Pengambilan keputusan yang efektif memerlukan adanya identifikasi yang tepat atas penyebab permasalahan. 3 Mengembangkan Sejumlah Alternatif Proses pengambilan keputusan yang rasional mengaharuskan pengambilan keputusan untuk mengkaji semua alternatif pemecahan masalah yang potensial. Akan tetapi dalam kenyataannya seringkali terjadi bahwa proses pencarian alternatif pemecahan masalah sering kali terbatas. 4 Penialian dan Pemilihan Alternatif Setelah berbagai alternatif diidentifikasi, kemudian dilakukan evaluasi terhadap masing-masing alternatif yang telah dikembangkan dan dipilih sebuah alternatif yang terbaik. Alternatif yang baik adalah dalam hubungannya dengan sasaran atau tujuan yang dicapai. Bidang ilmu statistik dan riset operasi merupakan model yang baik untuk menilai berbagai alternatif yang dikembangkan. Alat proses pengambilan keputusan yang tepat tergantung pada sejumlah pengetahuan yang tersedia dn kondisi yang berkaitan dengan keputusan yang akan diambil. Ada tiga kondisi proses pengambilan keputusan yang diidentifikasi, yaitu a Kepastian Dalam kondisi ini pengambilan keputusan memiliki pengetahuan yang pasti tentang hasil dari masing-masing alternatif kernea kondisi yang akan di timbulkan sudah diketahui. Pengambilan keputusan dapat menghitung nilai dari investasi tersebut, dan merasa pasti akan hasilnya. b Ketidakpastian Keputusan yang dibuat dalam kondisi ketidak pastian jika pengambilan keputusan tidak mengetahui kondisi tertentu akan terjadi. Dalam kondisi ketidakpastian pengambilan keputusan menggunakan intuisi atau perkiraan dalam pemilihan alternatif. c Resiko Jika pengambilan keputusan berada dibawah kondisi resiko, pengambilan keputusan akan menetapkan kemungkinan hasil dari masing-masing alternatif. 5 Melaksanakan keputusan Jika suatu dari alternatif yang terbaik telah dipilih, maka keputusan tersebut kemudian harus diterapkan. Sekalipun langkah ini sudah jelas, akan tetapi sering kali keputusan yang baik sekalipun mengalami kegagalan karena tidak diterapkan dengan benar. Dengan tidak mengabaikan batapapun alternattif keputusan telah dievaluasi, maka keputusan tersebut tidak akan berarti apabila tidak diikuti dengan penerapan yang benar. Dalam mengevaluasi dan memilih alternatif suatu keputusan seharusnya juga mampertimbangkan kemungkinan penerapan dari keputusan tersebut. Betapun baiknya suatu keputusan apabila keputusan tersebut sulit diterapkan maka keputusan juga tidak ada artinya. 6 Evaluasi dan Pengendalian Makanisme sistem pengendalian dan evalusai perlu dilakukan agar apa yang diharapkan dari keputusan tersebut dapat terealisasi. Penilaian didasarkan atas sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Jiak keputusan tersebut kurang berhasil, dimana permasakahan masih ada, maka pengambilan keputusan perlu untuk mengambil keputusan kembali atau melakukan tindakan koreksi. Jenis-jenis Keputusan Dalam menganalisis keputus, Herbert Simon membedakan dua jenis keputusan, dalam Gutosudarmo & Sudita, 2016 yaitu 1 Keputusan yang diprogram Merupakan keputusan yang bersifat rutin dan dilakukan secara berulang-ulang. Permasalahan ini umumnya agak sederhana dan solusinya relatif mudah. 2 Keputusan yang tidak diprogram Merupakan keputusan baru, tidak terstruktur dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Tidak dapat dikembangkan prosedur tertentu untuk menangani suatu masalah, apakah karena masalah belum pernah terjadi atau karena permasalahannya sangat kompleks dan penting. Keputusan yang tidak diprogram memerlukan penanganan khusus dan proses pemecahan masalah dangan intusi dan kreatifitas. Dasar-dasar Pengambilan Keputusan Menurut Terry dalam Isnaini, 2013 menjelaskan dasar-dasar dari pengambilan keputusan yang berlaku antara lain 1 Intuisi Keputusan yang diambil berdasarkan intuisi atau perasaan lebih bersifat subjektif yaitu mudah terkena sugesti, pengaruh luar dan faktor kejiwaan lain. 2 Pengalaman Dalam hal tersebut, pengalaman memang dapat dijadikan pedoman untuk meneyelesaikan masalah. Keputusan yang berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan prkatis. Pengalaman dan kemampuan untuk memperkirakan apa yang menjadi larat belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaian sangat membantu dalam memudahkan pemecahan masalah 3 Fakta Keputusan yang berdasarka sejumlah fakta, data atau informasi yang cukup itu memang merupakan keputusan yang baik dan solid, namun untuk mendapatkan informasi yang cukup itu sangat sulit. 4 Wewenang Keputusan yang berdasarkan pada wewenang semata maka akan menimbulkan sifat rutin dan mengasosiasikan dengan praktik diktatorial. Keputusan berdasarkan weweng kadangkala oleh pembuat keputusan sering melewati permasalahan yang seharusnya dipecahkan justru menjadi kabur atau kurang jelas. 5 Rasional Keputusan yang bersifat rasional berkaitan dengan daya guna. Masalah-masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan pemecahan rasional. Keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional lebih bersifat objektif. Jadi, dasar-dasar penngambilan keputusan anatara lain berdasarkan intuisi, pengalaman, fakta, wewenang, dan rasional Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Menurut Terry dalam Isnaini, 2013 faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusanHal-hal yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yang emosional maupun yang rasional perlu diperhiyungkan dalam pengambilan keputusanSetiap keputusan harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan. Setiap keputusan jangan berorientasi pada kepentingan pribadi, tetapi harus lebih mementinngkan sekalli pilihan yang memuaskan, oleh karena itu buatlah alternatif-alternatif keputusan merupakan tindakan mental dari tindakan yang harus diubah menjadi tindakan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang lebih keputusan hendaknya dilembagakan agar diketahui keputusan itu keputusan merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan mata rantai berikutnya. Menurut Kotler dalam Isnaini, 2013, faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan antara lainFaktor Budaya, yang meliputi peran budaya, sub budaya dan kelas sosial, yang meliputi kelompok acuan, keluarga, peran dan pribadi, yang termasuk usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan konsep Psikologi, yang meliputi motif, persepsi, pengetahuan, keyakinan, dan pendirian. Menuru Engel, Blackweel, dan Miniard dalam Isnaini, 2013 menjelaskan bahwa proses pengambilan keputusan seseorang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, faktor perbedaan individu dan proses psikologi. 1 Faktor lingkungan tersebut, diantara lain a Lingkungan sosial Dalam lingkungan sosial, pada dasarnya masyarakat memiliki strata sosial yang berbeda-beda. Sertifikasi lebih sering ditemukan dalam bentuk kelas sosial, pendidikan, pekerjaan, penghasilan dan sbegainya Keberadaan lingkungan sosial memegang peranan kuat terhadap proses pengambilan keputusan seseoarang untuk melakukan prilaku baik yang positif ataupun negatif. Karena dalam lingkungan sosial tersebut individu berinteraksi antara satu dengan lainnya. b Lingkungan keluarga Keluarga dapat didefenisikan sebagai suatu unit terkecil dan juga berpengaruh dalam pengambilan keputusan. Sedangan menurut Mufidah keluarga merupakan bagian terkecil dari masyarakat, namun memiliki peranan yang sangat penting. Dalam keluarga, seseorang mulai berinteraksi dengan orang lain. Keluarga merupakan tempat belajar pertama yang nantinya mempengaruhi kepribadian seseorang. 2 Faktor Perbedaan individu, antara lain a Status Sosial Menurut Kotler, status sosial merupakan kelompok yang relatif homogen dan tetap dalam suatu masyarakat yang tersusun secara hierarkis sdan aggotanya memiliki nilai, minat dan perilaku yang mirip. Status sosial akan menunjukan bagaimana seseorang tersebut berprilaku dalam kehidupan sosialnya. b Kebiasaan Kebiasaan adalah respon yang sama cendrung berulang-ulang untuk stimulus yang sama. Kebiasaan merupakan perilaku yang telah menetapakn dalam keseharian baik pada diri sendiri maupun lingkungan sosialnya. c Simbol Pergaulan Simbol pergaualan adalah segala sesuatu yang memiliki arti penting dalam lingkungan pergaulan sosial. d Tuntutan Adanya pengaruh dominan dalam keluarganya, baik itu lingkungan keluarga, pergaulan maupun lingkugan sosialnya, maka dengan kesadaran diri ataupun dengan terpaksa seseoarang akan melakukan prilaku beresiko. 3 Faktor Psikologi, antara lain a Persepsi Menurut Rakhamat, persepsi seseorang sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai, harapan dan kebutuhan yang sifatnya individual sehingga antara individu satu dengan lainnya dapat terjadi perbedaan individu terhadap objek yang sama. b Sikap Menurut Notoatmojo, sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. c Motif Motif merupakan suatu alasan atau dorongan yang menyebabkan seseorang berbuat sesuatu, melakukan tindakan, dan bersikap tertentu untu mencapai suatu tujuan. d Kognitif Menurut Rakhmat, kognisi adalah kulitas dan kuantitas pengetahuan yang dimiliki seseorang. e Pengehauan Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan hal ini terjadi setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan terjadi melalui pengindraan penglihatan, penciuman, perasa dan peraba. Sebagain besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulakan bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pada mahasiswi yang menggunkan cadar di antaranya yaitu adanya faktor lingkungan, faktor individu, dan faktor psikologi, Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Teori Pengambilan Keputusan, Elemen-elemen Dasar Pengambilan Keputusan, Jenis-jenis Keputusan, dan Faktor-faktor Pengambilan Keputusan . Semoga bermanfaat. Daftar Pustaka Gutosudarmo & Sudita. 2016. Perilaku Keorganisasian. Yogyakarta BPFE-Yogyakarta. Isnaini, Jauharotul. 2013. Pengambilan Keputusan Menikah Muda. Skripsi. Malang Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Universitas Piskologi Fatresi. 2017. Hubungan Konformitas Dan Harga Diri Dengan Pengambilan Keputusan Karir Pada Mahasiswa Psikologi Semester 8 Universitas Islam Negeri Mualana Malik Ibrahim Malang. Skripsi. Malang Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Fitriani dan Astuti. 2012. Proses Pengambilan Keputusan Untuk Memakai Cadar Pada Muslimah. Jurnal Vol. 17, No 2. Yogyakarta Universitas Islam Indonesia. Zulfikri. 2018. Hubungan Self Efficacy dengan Pengambilan Keputusan Dalam Memilih Karir Bagi Siswa SMK 6 Padang. Skripsi. Padang Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang.

pilihan dari sejumlah alternatif